Senin, 18 Mei 2009

Tetap dalam Ikatan Kerja

Dalam setiap kesempatan acara keluarga,pembantu selalu ikut campur ambil bagian,seperti pesta atau picnic.Majikan terkadang tidak bisa hidup tanpa pembantu,sehingga tidak salah kalau mereka juga termasuk bagian keluarga dalam majikan dimana mereka tinggal secara tidak langsung,karena mereka tinggal tidak hanya sehari/2 hari bahkan bertahun2 dengan majikan.Dan yang pasti pembantu ada yang sibuk didapur ataupun mengurus anak asuh.

Seorang pembantu yang selalu berkecimpung didapur pasti ahli masak,dan yang pasti masakan mereka tidak kalah dengan masakan resto,sedang yang biasa urus anak sudah pasti pandai mengasuh dan mendidik anak anak.Dan terkadang pembantu lebih memahami anak asuh daripada orangtuanya sendiri.

Menjadi pembantu adalah juga termasuk pekerjaan mulia,dan tidak semua orang bisa mengerjakan.Pembantu terkadang bisa menjadi boss,tapi tidak dengan boss.Jadi profesi pembantu bukan profesi kelas bawah,seperti pandangan orang awam pada umumnya.
Namun apapun itu pekerjaan ada sisi positif dan negatifnya,begitu juga dengan menjadi pembantu.

"Enak ya kamu bisa keliling dunia,......."itulah sekelumit kata yang dilontarkan teman sebagai entah pujian atau celaan karena profesi babysiting mewajibkan aku untuk ikut kemana saja anak asuh pergi.Meski bisa kemana2,aku tetap tidak bebas,dan masih dalam ikatan kerja.Meski naik pesawat entah kelas eksekutif/bussines bagi aku juga tetap tidak enak,karena dalam pesawat otak/pikiran tetap terjaga jika sewaktu2 dibutuhkan apalagi perjalanan lintas benua,sungguh pekerjaan yang melelahkan.Sedang bisa berkunjung ke suatu negara adalah sekedar faktor keberuntungan saja.Atau sisi positif dari profesi sebagai babysitting.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar