Pagi baru saja sempurna.Meja makan masih berantakan.Tempat tidur yang belum kukemasi.Pakaian yang berserakan dilantai kamar mandi.Segudang kegiatan yang menunggu diriku untuk menyentuhnya.Ditemani senandung merdu Celine Dion kumulai kewaiban pagi itu.Untuk waktu yang tak terduga tiba2 handphone disaku berdering.Sepagi ini ada teman yang menghubungi diriku untuk mengobrol ria.
"wae....... cousan!"
"En....lei yao mo sikan?"
"Ada....kenapa?Mau ngobrol atau traktir?"
"Ngo yiu fensau!"
"Mea..........a!Aku benar2 terkejut dengan ucapan Indah yang pagi2 sudah mengumumkan perceraian.
"Kamu mau bercerai???????Aku saja satu belum dapat malah kamu mau bercerai?"
perkataanku yang berusaha mencairkan suasana di tengah keherananku.
"Suami kamu yao mandai me?"
Helaan nafas panjang terdengar dari seberang telepon.
En...haruskah aku mempertahankan pernikahan yang telah kurajut sekian puluh tahun.Aku telah merasa dikhianati.Terkhianati orang yang sangat aku cintai yang tak lain suamiku sendiri. Selama aku di Hongkong suamiku berselingkuh.Itulah alasan pokok mengapa aku goyah.Sebenarnya aku tidak peduli dengan apa yang ia lakukan,ataupun desa desus tetangga tentang kelakuannya.terpikat,terbuai,rayuan manis seorang penjaja cinta.Namun,sekian tahun aku bekerja hampir sewindu,semua jerih payah aku habis.Habis untuk usahanya yang selalu gagal,habis untuk membiayai kesenangannya.Habis sudah kesabaranku.Kepercayaan tentang kesetiaan yang utuh pada cinta dalam membingkai rumah tangga runtuh.
"Trus gimana dengan nasib anak kamu?Mereka masih butuh figur orang tua yang utuh,bukan?"
pertanyaanku yang berusaha menyalahkan keputusan yang sepihak.
Untuk kesekian kali Indah mendesah,sebelum menjawab pertanyaan yang terlontar olehku....
Meski rumah tanggaku hampa.Tidak ada kebahagiaan yang aku harapkan.Keharmonisan yang telah ada tinggal bayangan dan kenangan indah yang tidak mungkin kulupa.Meski bagaimanapun,aku adalah ibu dari 2 anak yang kulahirkan dari rahimku sendiri.Aku masih memikirkan mereka dan masa depan mereka.Aku tidak akan menelantarkan mereka buah cinta dari hasil perkawinanku.Akan tetapi apalah dayaku.Aku tidak bisa selalu menemani mereka tumbuh dewasa.
"Ndah........jangan buru2bmengambil keputusan cerai,kamu pikir masak2 "
Sekelumit nasehat yang terlontar dari mulutku disertai pandangan yang meneropong kehidupan Indah.
Aku terdiam.Berpikir tentang perceraian yang menjamur dikalangan TKW Hongkong.Hal yang tak bisa dipungkiri.Salah satu penyebabnya adalah perselingkuhan ,tidak adanya lagi kecocokan dalam hubungan suami istri.Bahkan adanya kasus,suami yang ditinggal menikah lagi dengan orang lain.Kondisi yang menyebabkan ketidakharmonisan dalam rumah tangga hingga berujung ke perceraian.Tidak hanya hal tersebut.Suami yang ditinggal menggunakan uang hasil kerja istri,untuk kawin dengan istri muda,sehingga istri mengajukan gugatan cerai.
Yang patut dipertanyakan apa dasar pernikahan tersebut?????
Jika menikah adalah takut zina maka tidak akan mengoyahkanbagi suami istri dari hal2 lain,seperti masalah keuangan,keluarga,kecantikan,dan sebagainya.Jika dasarnya dosa pasti ada campur tangan Tuhan dalam rumah tangga sehingga suami istri berusaha tidak menjerumuskan kedalam dosa.Sebelum memutuskan menikah,hendaknya mempertegas tekad,doa serta harapan akan masa depan yang lebih baik.
Tidak ada kesempurnaan didunia ini
Cousan=selamat pagi
lei yao mo sikan=kamu ada waktu
ngo yiu fensau=aku ingin bercerai
mea=apa
yao mo mandai =ada masalah
Sabtu, 18 Juli 2009
Langganan:
Postingan (Atom)