Jumat, 20 September 2013
I need your Love
I need your time
when everything's wrong
you make it right
I take deep breath
When I know you are there
but I can't see
and that's the reason you're in the dark
I've been a stranger
ever since we fell apart
I feel so out of see
my eyes are filled with fear
Tell me
do you feel the same
hold me in your arms
Now, I am dreaming
will ever find you now?
I walk in circles
but I'll never figure out
what I mean to you?
do I belong
I try to fight this
but I know I'm not that strong
I feel so helplessy
I need your love
I want to free with you
Aku bukan seperti dipikiranmu
Aku berbeda dengan mereka
Aku tidak bermain diantara birahi wanita
Maaf sekali teman...aku bukan mereka...
Aku punya cinta
Tapi tidak demi rupiah
Bukan pula penjaja cinta
Maaf sekali teman...aku bukan mereka...
Aku wanita biasa,
meski bukan seorang suci
meski bukan seorang bermateri
meski bukan seorang rupawan
meski bukan seorang berilmu
aku berhak menolak dan dipilih...
Selasa, 24 Juli 2012
Monolog Hati
Satu hal yang pasti aku masih tetap disini, masih bergelut dengan dunia migran. Jujur aku telah bosan dan lelah dengan aktivitas yang monoton, aku ingin melompat ke dunia lain yang memberi sejuta adventure yang menantang diri tuk menggeluti.
Tapi entahlah aku tak bisa, karna Tuhan begitu menyanyangi dan menjaga hidup ini. Terlalu sayang jika kutinggal kesempatan emas ini, tinggal dengan orang-orang yang memberi cinta dan harmony dalam multikultural. Aku masih terus mencari exit tuk keluar meski semua perlu waktu dan persiapan matang.
Benar, satu sisi ingin mengeluh saat lelah menyapa hingga ke sumsum tulang, hati terkelupas oleh kata hingga meninggalkan bekas yang tak pernah hilang. Tapi sisi yang lain berkata bahwa masih banyak yang lebih sengsara, masih banyak yang menginginkan duniaku bahkan iri dengan profesi yang keliatannya ringan namun berat. Tuk apa mengeluh dan meratapi hidup, sedang kehidupan dunia ini tak ada yang kekal, semua terbatas, limited. Hanya monolog hati itulah yang buatku selalu berbesar hati di sini. Tak perlu sedih selagi Tuhan masih menyanyangi dan selalu menyapa dalam hentak detak kehidupan. Keyakinan hati bahwa Dia lah cinta sejati yang buat hati tenang, dan inilah bahagia.
Dan tak terasa Ramadhan tahun ini, aku masih harus menjalani jauh dari keluarga. Inginnya rasanya pulang dan menikmati kebersamaan dengan orang tercinta, tapi tuk apa jika hanya tuk sesaat. Lebih baik aku jauh tuk menggembalakan hati di padang ramadhan tuk menghidupkan diri dengan point ramadhan yang luar biasa, yang tak ternilai dengan materi.
Aku tak perlu bersedih meski jauh, dan tak perlu bertanya karna kuyakin semua ada hikmahnya, bukankah jauh itu juga indah karna menimbulkan rindu dan sayang.Dalam kejauhan belajar tuk mengeksploitasi diri agar menjadi manusia yang matang dewasa dalam melangkah dan berpikir.
Layaknya dinegeri sendiri, awal ramadhan menjadi topik pembicaraan tiap muslim yang tinggal di negara non-muslim. "Kapan puasa? atau tentang jadwal puasa, adalah topik yang bisa ditebak tanpa harus ditanyakan. Terasa aneh, bukankah saat magrib atau shubuh kita sudah tahu waktunya, tapi saat ramadhan hal itu jadi spesial karna kita tahu waktu mulai dari jam hingga ke menit.
Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung, begitu pula prinsip yang aku anut. Meski sebagian manusia beranggapan awal ramadhan jatuh jumat atau sabtu. Bagiku itu bukan masalah. Bukankah mereka beribadah menurut keyakinannya atas dasar ajaran dari guru mereka. Janganlah kita sebagai umat islam yang lil alamin saling mengolok, merasa paling benar, menyalahkan orang lain, dan jangan merasa bisa masuk surga, tapi merasalah sebagai orang yang banyak dosa, sebagai orang kecil, merasa sebagai orang bodoh agar hidup ini tawadlu sopan santun terhadap sesama.
^*bersambung*^
Minggu, 11 September 2011
Tradisi Ketupat
Saat halal bihalal bersama smile club terlontar pertanyaan, “Kenapa halal bihalal selalu identik dengan tradisi ketupat?”
Berbagai macam jawaban terdengar olehku, tapi terasa kurang lengkap. Namun, saat itu mulutku terasa terkunci tak mampu menjawab. Semua jawaban hanya tersimpan dan bergolak di otak ini.
Bagi masyarakat jawa, aku juga orang jawa dan yang pasti seingatku hingga sekarang ini ketupat atau biasa disebut kupat bukan hal yang asing atau baru lagi. Tapi adakah aku, kamu atau kita berpikir secara detail mulai dari pembuatan hingga melihat bentuk ketupat yang persegi, hingga nama ketupat itu sendiri dengan sejuta arti?
Makna Ketupat
Ketupat yang biasa disebut kupat. Pat adalah pembentuk kata ku-pat, dimana pat bermakna lepat/ kesalahan.
Bisa jadi ketupat yang kita makan adalah sebagai pengingat atau mengingatkan orang yang memakannya akan kesalahannya untuk saling bermaaf-maafan dibulan syawal.
Hari Raya Ketupat biasanya setelah sepekan satu syawal (khususnya daerah Tulungagung) Tradisi ini menandakan bahwa kita telah terbebas dari kesalahan, inilah symbolisasi tradisi ketupat. Disamping itu juga mengajarkan kita mau mengakui kesalahan ataupun memaafkan kesalahan orang lain.
Bentuk ketupat
Bentuk ketupat ada dua yakni bentuk ketupat dan belah ketupat.
Tapi sepengetahuanku yang sering kulihat adalah bentuk ketupat yang persegi.
Bentuk ketupat mempunyai
Bila satu titik hilang maka model ketupat tidak bisa seimbang. Dengan melihat model ketupat kita diingatkan kemanapun jalan kita jangan lupa akan titik pusat yakni Tuhan Yang Maha Esa.
Selama berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan, kita menahan amarah atau nafsu emosional, nafsu diri untuk memuaskan rasa lapar, menahan nafsu untuk memiliki sesuatu yang indah, menahan nafsu untuk memaksa diri. Keempat nafsu tersebutlah yang berusaha kita taklukkan selama puasa.
Jadi saat memakan dan melihat bentuk ketupat , “sudah mampukah kita melawan dan menaklukkan nasu tersebut?”
Tapi jujur aku sendiri belum bisa karena sering darah tinggi atau uring-uringan saat berhadapan dengan anak, terkadang gregetan dan sering tarik nafas panjang saat terpentok dengan kurcaci-kurcaci.
Cara Pembuatan
Ketupat adalah beras yang dibungkus janur atau daun kelapa muda. Masih segar diingatanku warna daun kelapa agak kekuningan. Ketupat direbus dalam air dan dihidangkan dengan makanan bersantan.
1.Janur kuning adalah lambang penolak bala, kata leluhur aku sewaktu kecil.
Tapi sejatinya aku sendiri juga kurang faham. Tapi sepengetahuanku janur kuning adalah panjang sehingga mudah untuk membuat bungkus ketupat. Coba kalau pakai daun pisang bukan lagi ketupat tapi lontong. Biasanya pembuatan bungkus ketupat ini beramai-ramai dan ini menunjukkan interaksi sosial manusia disamping bentuk kemeriahan lebaran. Dan tangan-tangan terampil dan cekatan para wanita begitu indah menghasilkan bungkus ketupat. Dan ini tidak mudah, karena dari kecil belajar membuatnya tapi satupun tidak ada yang jadi, benar-benar mudah melihat tapi sulit mempraktekkannya.
2.Beras, adalah symbol kemakmuran. Berharap Tuhan Yang Maha Esa memberi kemakmuran setelah hari raya. Jadi ingat cerita dewi sri atau dewi padi.
3.Santan, atau santen. Kata santen senada dengan kata pangapunten yang berarti memohon maaf.
Mangan kupat nganggo santen
Menawi lepat, nyuwen pangapunten.
Selagi syawal belum berlalu
Selagi ketupat belum basi
Kuucap Minal Aidzin Wal Faidzin
Mohon maaf Lahir dan Batin
Minggu, 28 Agustus 2011
Sayap Patah
Angin menghempasku
Kuharap dirimu bantu aku
Namun....
Tak sepatah katapun terucap
Masih ingatkah kau akan diriku?
Masih ingatkah kau akan mimpimu?
Masih ingatkah kau akan surau disana?
Tentunya kau tak kan mengingat
Diriku kini hanya
Merpati yang lumpuh
Sayap patahku lumpuhkan cinta
Jumat, 26 Agustus 2011
Ramadhan
Ramadhan selalu mengajarkan untuk bersabar dan bersyukur. Hidup apa adanya, bukan berarti diam tanpa usaha. Ramadhan tinggal bersama dengan non-muslim sungguh berat. Apalagi jika mereka tak respect. Ramadhan adalah bentuk jihad sebulan penuh yang menunjukkan inilah cinta muslim pada Tuhannya. Ukuran ketakwaan manusia.
Puasa sunah bisa dilakukan selain bulan ramadhan tanpa seorang tahu kecuali Allah dan pribadi masing-masing.
Ramadhan atau tidak tetap saja sama tidak ada beda dalam pekerjaan. Bersyukur ramadhan selalu jatuh pada musim panas sehingga tidak terlalu berat meski terkadang pada puncak musim panas di Hongkong. Terkadang si Boss melarang puasa karena takut mati pembantunya atau pingsan. Kadang tersenyum mendengar alasan mereka yang tak masuk akal.
Diskriminasi itu menyakitkan. Terkadang itulah yang terasa, namun tak ada pilihan. Seperti tahun-tahun sebelumnya selalu berusaha menjalankan ibadah rutin ramadhan, meski tarwih tak harus berjamaah. Tarwih sendiripun juga Ok, meski tak jarang berteman air mata. Tarwih dipenghujung malam, bersamaan makan sahur. Makan sahur terkadang adalah makan malam sekalian. Bersabar bahwa dengan inilah aku membeli kebahagiaan akhirat. Bukan dengan harta berlimpah.
Mengeluh andai ada tempat, tapi kurasa lelah berkeluh kesah dan apapun yang aku alami harus kusyukuri meski penderitaan, karena akan membuat senyuman indah untuk diri sendiri. Pekerjaan seakan tak ada habis, saat bedug magrib bertabuh dinegeriku, para muslim menikmati makanan dan minuman. Disini tak pernah kudengar suara bedug atau adzan, sebagai pengingat. Saat berbuka terkadang masih harus bekerja didapur , bisa jadi buka dengan berdiri. Itu masih beruntung, pernah aku lupa menaruh roti dalam tas saat perjalanan dengan majikan, jam 7 malam dalam mobil aku berbuka dengan sebutir permen. Alhamdulillah masih bisa menemukan permen meski sebutir. Baru bisa menikmati makan malam jam 10 malam, dan itu merupakan makan buka sekalian makan sahur aku. Meski begitu aku bersyukur, bisa menyempurnakan puasa yang hanya kutemui setahun sekali. Puasa ramadhan tidak mengajarkan untuk boros atau balas dendam saat berbuka dengan memuaskan makan apa saja yang tertunda saat siang hari. Puasa mengajak kita untuk selalu berbagi. So, jangan lupa tunaikan zakat untuk menyempurnakan puasa meski hanya sedikit. Sedikit itu sangat berarti bagi mereka yang memerlukan…
Minal Aidzin wal Faidzin
Mohon maaf Lahir dan Batin…
Cinta itu logika
Semua diluar rencana dan anganku, dan tiba-tiba saja keinginan kuat menarik untuk tetap disini demi suatu mipi yang harus kunikmati meski sekali dalam sepanjang usiaku. Akhir tahun ini kerjaku usai, dan dengan bebas bisa meninggalkan negeri beton besi ini.
Tapi semua aku urungkan. 180’ berubah haluan.
Satu atau dua bulan yang lalu, aku tak tahu aku jatuh cinta atau hanya karena rasa kesepian. Orang menyebutnya cinta, tapi tidak dengan aku. Aku merasa dia mencintai, tapi tidak. Rasa tertarikku pada seseorang yang tak pernah mengungkapkannya secara langsung. Atau bisa jadi karena aku saja yang terlalu gede rasa/GR.
Akhirnya aku berusaha menerimanya menjadi kekasih meski sulit, karena aku yakin sulit menemukan seorang yang sempurna. Perbedaan keyakinan dan suku atau adat berusaha aku indahkan, berusaha aku menyelami untuk mencapai suatu keharmonian hidup. Beruntung perkenalan sebatas komunikasi udara. Sekian hari, minggu aku mulai mengenal dirinya. Jujur sulit menerima, tatkala kuteringat bahwa aku harus mencari seorang iman dalam kehidupan bukan hanya cinta duniawi.
Meski aku bukan dari kalangan keluarga santri dan juga bukan penganut paham yang fanatic sebagai muslim, namun satu hal dalam hidup untuk menerapkan ilmu yang ada dan menjadikan hari esok lebih baik, dan hari ini adalah guru.
Dalam setiap detak nafasku selalu bertanya bisakah ia menjadi panutanku? Sedangkan aku sendiri sedang belajar, apa bisa aku mengajarnya untuk terus pada kebaikan jika tidak betapa berdosanya diri ini. Karena aku tahu setidaknya memberi kabar gembira tentang kebenaran hakiki pada mereka yang tak mengetahui. Sungguh hatiku bimbang, ragu akan keinginan untuk serius.
Aku peras otakku untuk berpikir seribu kali. Alhasil kuberikan gambaran tentang kehidupan muslim yang harus sholat 5kali sehari ataupun puasa. Bagiku itu gambaran dari yang ringan hingga yang berat untuk mereka yang belum mengetahui. Aku kasih lampu hijau untuk belajar dari sekarang. Tapi tak ada respon, karena ia ingin menunggu jika telah bertemu dan aku yang mengajari. Astagfirullah…betapa mudahnya menunda waktu…bukan lelaki seperti itu yang kucari…sungguh bagiku menunda-nunda adalah pekerjaan setan. Belajar saja berat apalagi puasa . Sungguh aku tak sanggup berhadapan. Sekali lagi ia berharap, karena benar-benar ingin serius. Aku utarakan niatku bahwa aku ingin menginjakkan kaki meski sekali seumur hidup ketanah suci untuk memenuhi panggilan Ilahi. Astagfirullah…ia mengatakan aku akan buang uang sia-sia. Aku adalah wanita yang lebih mencintai agama daripada kekasihnya.
Itulah buatku enggan berpikir tentangnya lagi. Tak perlu shalat istikharah karena bisa aku nalar dengan logika.
Perlahan kuputuskan silahturahmi. Aku merasa bersalah telah menyakiti hati seseorang, tapi apa dayaku, karena aku manusia biasa. Aku adalah calon penduduk akhirat bukan penduduk bumi.
Olehkarenanya semua kutunda, karena aku tak ingin merugi. Aku ingin memenuhi panggilan suciNya. Semoga Allah mempermudah jalan ini.