Jumat, 08 Mei 2009

Pembantu Berhak Modis

"Kamu seharusnya jangan pakai baju seperti ini,......."itulah sepenggal teguran yang diucapkan oleh seorang nenek,ketika aku sedang dinegeri gajah putih.Sambil tersenyum,aku spontan berkata"tidak ada merk baju untuk pembantu".Sebagai wanita yang mempunyai perasaan,kata2 aku pasti melukai hatinya meski secara tidak langsung ia juga majikan yang perlu dihormati dan didengar.Namun,selama bekerja menggeluti profesi pembantu tidak jarang aku selalu mendapat teguran darinya tentang dandanan mulai rambut hingga pakaian.Ternyata tidak mudah bergelut didunia perburuhan,sudah disuruh2 masih juga diatur pula privasi.

Sebagai wanita,profesi apapun aku kira pasti ingin tampil cantik dan up2date,terutama soal fashion.Layaknya buruh migran di Hongkong,aku juga selalu tampil modis.Dengan tampil modis sesuai etika dan yang pasti tidak membuat orang yang melihat aneh,bisa menghargai diri sendiri dan bisa membawa nama baik bangsa.Berpenampilan modis tidak harus dibayar mahal,asal kita sering mengobok2 gunungan baju disaat sale,persis berburu harta karun.Dengan cara itulah aku sering memperoleh baju yang tidak pasaran tapi berkualitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar