Meski aku bukan termasuk orang yang sabar tapi setidaknya selalu belajar untuk sabar.Dengan sabar aku menahan segala gejolak emosi di hati.Tertawa dan tersenyum dalam hari-hari yang kulewati meski banyak persoalan hidup yang datang silih berganti.Aku juga bukan orang mudah menyerah,dan semua persoalan yang ada kuyakin pasti ada jalan keluar.Itulah hidup yang tak pernah lepas dari masalah seperti halnya rantai kehidupan.
Suatu hari teman aku berkata"kehidupan kamu seakan damai,tidak seperti aku..........?"
Memang kehidupan aku begitu monoton,dan membosankan.Hari-hari dengan rutinitas yang sama sampai aku hafal diluar kepala.Aku tidak mengenal hari libur dan gejolak dunia luar.Hari-hari aku tenggelamkan dengan pekerjaan,dan ketika semua beres aku mulai berjelajah didunia maya.Dunia maya adalah hiburanku,karena disitu aku berteman dan menemukan cinta,dan tidak ada teman-teman yang menyalahgunakan kepercayaan sehingga sampai merugikan kehidupanku pribadi.Hari libur aku tetap bekerja,meski sebenarnya dalam pekerjaan aku tidak mendapatkan apa-apa.Aku tidak perlu menjadi kaya dalam hal materi sebagai ukuran kesuksesan aku bekerja.Awal bekerja aku niatkan sebagai bakti anak kepada ibu"rabbighfir li wa liwalidayya"
Sebenarnya aku juga ingin seperti yang lain.Tapi aku selalu ingat tujuan awal aku adalah bekerja.Dan aku tidak ingin berlama-lama tinggal dinegeri orang.Setiap kali ingin memiliki sesuatu selalu terbentur dengan kebutuhan yang tak terduga.Dan sungkan yang telah mendarah daging,sehingga sulit rasanya berkata tidak.Meski akhirnya,selalu menyusahkan diri sendiri. Hanya keyakinan Tuhan selalu memberi jalan selama kita berniat baik,sehingga semua persoalan aku hadapi secara santai tapi serius.
Pendapatan seseorang yang sebanding dengan kebutuhan ekonomi ternyata berlaku dalam kehidupan aku.Rencana 2 tahun kerja menjadikan aku 5 tahun menginjakkan kaki di sini.Semua telah keluar dari rencana.Tapi aku tidak pernah menyesal ataupun bersedih,selama kehidupan aku masih bisa bermanfaat dan bisa membuat orang-orang disekeliling aku tersenyum bahagia.
Meski aku tidak selalu bersama mereka dalam kehidupan ini,namun sepenuh hati telah aku berikan yang terbaik untuk mereka,aku bahagia ketika amanah terberat dalam hidup telah aku penuhi 16 tahun silam.
Memang kehidupan aku kelihatan mudah dan menyenangkan,namun tidak demikian dengan aku pribadi yang menjalani.Pahit manis hidup dimulai sejak kepergiaan sosok ayah selama-lamanya. Dengan didikan seorang ibu single parent,aku diajari untuk tidak cengeng dalam hidup, belajar tentang kehidupan rumah tangga meski belum waktunya.Diusia 17 an aku mulai bekerja sehari setelah aku mendapat sertifikat aku lulus.Aku tidak malu,dan kuputuskan untuk tidak mengenyam perguruan tinggi,meski dalam hati ingin merasakan gimana rasanya menjadi seorang mahasiswa???????Semua adalah mimpi masa lalu aku.
Dalam kesendirian aku bahagia ketika melihat kebahagiaan seorang adek yang telah menemukan pelabuhan cintanya,dan Tuhan telah menghadiahkan seorang anak laki-laki yang lucu.Meski aku dari keluarga jawa yang fanatik bukan berarti aku harus mengikuti adat jawa 100%.Aku bukan orang yang percaya jodoh aku akan susah jika didahului oleh adek.Percaya sudah ada yang mengatur,Tuhan diatas sana Maha Tahu.Sebagai seorang kakak aku dengan bahagia mempersilahkan dan membantu menyegerakan,tidak dengan menghalangi.
Namun pertanyaan yang senada selalu aku dengar"Giliran kamu kapan??????? atau "cepetan ntar didahului keponakan lain????????.Sampai aku bercermin,sudahkah muka aku seperti nenek-nenek???Mungkin mereka berpikir aku tidak normal,tapi jujur aku adalah wanita normal yang membutuhkan figur pemimpin dalam pendamping hidup.Namun,disini mayoritas adalah kaum hawa tidak mungkin aku menyukai sejenis.Dan dengan mudah aku menjawab sambil lalu" nanti ketika aku pulang akan kucari sang pangeranku."
Bulan ini aku genap 28 tahun, siap maupun tidak aku harus pulang tahun depan.Jika Tuhan mempersilahkan,aku ingin menyucikan diri dari semua noda kehidupan,dengan bertamu dirumah Tuhan.Itulah keinginan yang menjadi mimpi aku tahun depan.Pekerjaan yang mudah selalu mengajak aku kompromi dengan phobia terhadap mahkluk yang namanya "anjing".Meski hati ini menangis namun aku harus sabar dengan keadaan ini,dan aku tetap melakukan ibadah meski aku tidak sebersih ataupun suci dari najis,namun semua aku niatkan ibadah.Dan kini hari-hari aku lalui dengan kesabaran menjalankan pekerjaan.Berharap esok secerah surya di pagi hari.
Meski pertanyaan-pertanyaan dari sahabat yang selalu memberi gambaran abu-abu tentang kehidupan aku di tanah air.Tapi dengan keyakinan pertolongan Tuhan aku harus mulai dari 0.
Aku tidak memimpikan kehidupan yang indah,setidaknya aku bisa melalui hari-hari tanpa harus keluar dari garis Tuhan.
Kamis, 09 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
BalasHapusMohon maaf jika postingan ini menyinggung perasaan anda semua tapi saya hanya mau menceritakan pengalaman pribadi saya yang mengubah kehidupan saya menjadi sukses. Perkenalkan terlebih dahulu saya Sri Wahyuni biasa di panggil Mba Sri, TKI tinggal di kota Pontian johor Malaysia,Saya berprofesi sebagai pembantu rumah tangga, tapi saya tidak menyerah dengan keadaan saya, tetap ikhtiar.
pengen pulang ke indonesia tapi gak ada ongkos pulang. sempat saya putus asa,gaji pun selalu di kirim ke indonesia untuk biaya anak sekolah,sedangkan hutang banyak, kebetulan teman saya buka-buka internet mendapatkan nomor hp Mbah Suro +6282354640471 katanya bisa bantu orang melunasi hutang nya melalui jalan togel dan Pesugihan Tampa Tumbal... dengan keadaan susah jadi saya coba beranikan diri hubungi dan berkenalan dengan beliau Mbah Suro, Dan saya menceritakan keadaan saya lagi susah di negri orang. Beliau menyarankan untuk mengatasi masalah perekonomian saya, baiknya melalui jalan togel saja. Dan angka yang di berikan beneran tembus ,6D dan saya dapat RM.457.000 Ringgit selama 3X putaran. alhamdulillah terima kasih banyak ya allah atas semua rejekimu ini. walaupun ini hanya melalui togel..