Minggu, 19 April 2009

Helper NOT Allowed,Dog Allowed

Akhir pekan begitu menyenangkan,Tuhan telah menjawab doa aku meski lambat.Akhirnya majikanku mengembalikan anjing adopsi yang telah dipelihara hampir 2bulan.Meski aku tidak mengeluh,tapi aku selalu ketakutan dan tertekan,hingga aku tidak nyaman bekerja,ternyata olahraga jantung itu berat juga.Setiap kali anjing mengonggong,aku selalu naik ke atas sofa ataupun meja,aku benar-benar tidak peduli,begitulah phobia aku terhadap anjing.Dan yang pasti aku selalu berteriak"help me please!",aku bener2 menjadi helper yang merepotkan,tapi aku juga tidak bisa berbuat banyak,aku biarkan majikan mengurus sendiri piaraannya,kasihan banget ia,tapi ia bener2 mengerti perasaan aku jadi tidak memaksa karena takut aku mati berdiri.
Itulah yang membuat aku bisa mengerti tentang arti toleransi dan penghargaan,mereka adalah keluarga kedua yang bisa menerima,dan aku tidak menilai dari segi materi,meski terkadang aku selalu menemui sisi negatifnya,tapi begitulah hidup bersama harus saling mengerti dan sabar agar bisa bertahan dalam perbedaan.

Akhir pekan selalu aku habiskan dengan 2 anak asuh,dengan eks suami majikan,aku merasa jadi ibu meski aku tidak melahirkan,bekerja 24 jam,mengawasi anak2 dari pagi hingga malam.
Mereka selalu berkeliling Hongkong,disini aku bekerja dan berolahraga sekalian jalan2 gratis.
Mungkin aku telah terbiasa dengan rutinitas yang sudah hafal diluar kepala jadi semua terasa ringan.Akhir pekan mereka selalu makan siang diluar,selebihnya jalan lagi.Kebetulan kemarin sehabis makan siang,singgah disebuah klub di Kowloon city,disana aku yang berprofesi helper tidak diperbolehkan masuk karena sudah peraturan klub tersebut.Aku hanya duduk dilobby,sambil membaca koran biar tidak jenuh,tapi ternyata 2 anak asuh tidak mau ikut orangtua malah mau menemani di lobby.Sebagai helper,aku merasa bangga karena anak asuhku ternyata menyanyangi dan mengerti tentang kebersamaan.Dengan segala bujuk rayu akhirnya aku memaksa mereka menemani orangtua mereka,dan aku tetap menunggu mereka dilobby.
Namun sesekali mereka keluar untuk mengasih makanan yang mereka makan untuk dibagi denganku.Aku bener2 menghargai tindakan anak asuhku sebagai appreciate mereka.
Meski sudah abad 21,masih saja ada diskriminasi di negara maju untuk komunitas minoritas.
Dan hal tersebut membuat aku berpikir ternyata dog lebih berharga daripada nilai helper.

1 komentar:

  1. Mohon maaf jika postingan ini menyinggung perasaan anda semua tapi saya hanya mau menceritakan pengalaman pribadi saya yang mengubah kehidupan saya menjadi sukses. Perkenalkan terlebih dahulu saya Sri Wahyuni biasa di panggil Mba Sri, TKI tinggal di kota Pontian johor Malaysia,Saya berprofesi sebagai pembantu rumah tangga, tapi saya tidak menyerah dengan keadaan saya, tetap ikhtiar.
    pengen pulang ke indonesia tapi gak ada ongkos pulang. sempat saya putus asa,gaji pun selalu di kirim ke indonesia untuk biaya anak sekolah,sedangkan hutang banyak, kebetulan teman saya buka-buka internet mendapatkan nomor hp Mbah Suro +6282354640471 katanya bisa bantu orang melunasi hutang nya melalui jalan togel dan Pesugihan Tampa Tumbal... dengan keadaan susah jadi saya coba beranikan diri hubungi dan berkenalan dengan beliau Mbah Suro, Dan saya menceritakan keadaan saya lagi susah di negri orang. Beliau menyarankan untuk mengatasi masalah perekonomian saya, baiknya melalui jalan togel saja. Dan angka yang di berikan beneran tembus ,6D dan saya dapat RM.457.000 Ringgit selama 3X putaran. alhamdulillah terima kasih banyak ya allah atas semua rejekimu ini. walaupun ini hanya melalui togel..

    BalasHapus