Kamis, 30 April 2009

Oh.......Tuan Majikanku.....

Tiap hari bergelut dengan pekerjaan yang monoton dan yang pasti semua pekerjaan harus dipertanggungjawabkan kepada tuan majikan.Kadang mendapat pujian,caci maki karena kesalahan,meski sudah dilakukan secara maksimal.Itulah kehidupan helper di hongkong.
Para helper disini biasa dipanggil dengan sebutan che2/mbak,auntie/bibi.Helper disini kebanyakan tidak buta teknologi,ini terbukti mayoritas memiliki alat komunikasi pribadi/hp,kamera,maupun mengenal internet.Meski menjadi helper rata2 mereka berpenampilan modis,sehingga tidak kalah dengan penampilan sang majikan.

Dalam kesehariannya, tidak lepas dari komunikasi antar sesama dalam komunitas helper.Mereka saling bercerita tentang pekerjaan,majikan,persoalan rumah tangga,dan bahkan masalah kehidupan pribadi.Dengan komunikasi yang terjalin sebagai jalinan persahabatan sehingga melahirkan beberapa perkumpulan dalam bidang religi,dan sosial.Dalam kesibukan sehari2,helper masih sempat meluangkan waktu untuk berkreasi maupun bersaing.Hal ini jarang ditemui dikalangan migran di negara lain.Kebebasan yang diberikan melahirkan hal positif maupun negatif.

Pengalaman pribadi ketika aku bekerja dengan tuan majikan yang seorang china,banyak menemui kesukaran.Beruntung teman sebelah rumah majikan adalah setanah air,seakan menemukan saudara.Pertama datang kerumah majikan di Hongkong,yang pertama terpikir rumahnya kecil dimana aku tidur???????.Meski cerewet majikan tergolong orang baik, ketika datang musim dingin langsung mereka menyediakan pakaian musim dingin,memberi waktu istirahat yang cukup,memberi kamar pribadi sehingga aku bisa nyaman beristirahat .
Menjadi helper ternyata harus pandai masak,agar disenangi majikan,dan itu membuat aku kesulitan karena belum mampu beradaptasi dengan masakan cantonese.Beruntung ada teman,sehingga dia membantu kesulitan dalam hal masak memasak.Satu lagi sikap majikan yang pelit harus membuat aku memutar otak sebagai helper,dalam setiap transaksi aku sering menawar harga agar dana yang tersedia cukup untuk kurun waktu yang ditentukan.Peristiwa ketika pertama keluar rumah dari majikan,aku lupa blok apartemen majikan,sehingga pas didepan pintu baru aku ketahui kesalahanku.

Hari2 dirumah majikan ternyata menyenangkan tidak seperti bayangan ketika masih dalam penampungan.Ketika majikan pergi bekerja,aku seakan menjadi tuan rumah yang harus menjaga seisi rumah,karena majikan hanya kembali pulang dimalam hari untuk makan malam dan istirahat.Disiang hari dikala membereskan pekerjaan rumah tangga,biasanya aku sambil bercanda dengan teman lewat telepon,ataupun mendengarkan musik.Rumah yang kecil, sehingga dalam waktu satu jam aku bisa membereskan pekerjaan yang super kilat.Beruntung apartemen dekat dengan pasar dan supermarket sehingga mudah untuk belanja kebutuhan sehari2,namun ternyata sikap malas lebih egois sehingga belanja saja terkadang menitip dengan teman.Sisa waktu luang sering aku pakai untuk istirahat,ataupun sekedar membaca berita seputar tanah air.

Pekerjaan sebagai helper yang paling repot adalah pagi hari,dan malam hari,disaat majikan dirumah.Dan akhir pekan adalah hari yang terasa panjang karena tuan majikan dirumah,sehingga helper sibuk mencari kesibukan.Sehingga akhir pekan adalah hari yang sangat melelahkan dan terasa benar susahnya menjadi helper.Terkadang majikan keluar rumah namun selalu meninggalkan mandat untuk helper.Itulah kehidupan helper.

Minggu adalah libur bagi mayoritas helper,sehingga kerinduan terhadap keluarga ditanah air bisa sedikit terobati.Mereka mengisi hari libur dengan hal2 yang begitu menyenangkan seperti jalan2 ataupun mengikuti aktivitas organisasi tertentu.Terkadang sebelum libur,helper selalu kerja bakti dulu dirumah majikan.Bahkan ketika pulang libur,rumah majikan selalu nampak bak kapal pecah,dengan terpaksa helper harus beres2 dulu sebelum istirahat.Itulah tingkah majikan yang tidak menghormati hari libur yang dinikmati helper cuma seminggu sekali.

1 komentar:


  1. Mohon maaf jika postingan ini menyinggung perasaan anda semua tapi saya hanya mau menceritakan pengalaman pribadi saya yang mengubah kehidupan saya menjadi sukses. Perkenalkan terlebih dahulu saya Sri Wahyuni biasa di panggil Mba Sri, TKI tinggal di kota Pontian johor Malaysia,Saya berprofesi sebagai pembantu rumah tangga, tapi saya tidak menyerah dengan keadaan saya, tetap ikhtiar.
    pengen pulang ke indonesia tapi gak ada ongkos pulang. sempat saya putus asa,gaji pun selalu di kirim ke indonesia untuk biaya anak sekolah,sedangkan hutang banyak, kebetulan teman saya buka-buka internet mendapatkan nomor hp Mbah Suro +6282354640471 katanya bisa bantu orang melunasi hutang nya melalui jalan togel dan Pesugihan Tampa Tumbal... dengan keadaan susah jadi saya coba beranikan diri hubungi dan berkenalan dengan beliau Mbah Suro, Dan saya menceritakan keadaan saya lagi susah di negri orang. Beliau menyarankan untuk mengatasi masalah perekonomian saya, baiknya melalui jalan togel saja. Dan angka yang di berikan beneran tembus ,6D dan saya dapat RM.457.000 Ringgit selama 3X putaran. alhamdulillah terima kasih banyak ya allah atas semua rejekimu ini. walaupun ini hanya melalui togel..

    BalasHapus