Sabtu, 04 April 2009

Dilema Sang Pahlawan Devisa part 01

Gadis itu bernama Ayu Ratna.Ayu adalah sosok gadis desa.Ia bermuka manis,dan senyum yang selalu mengembang diwajahnya.Itulah Ayu ,dengan tubuh tinggi kurus,dan bersahaja menjadikannya istimewa diantara kembang desa.Orang-orang didesa biasa memanggil dengan sebutan mbak Ayu(non cantik).Ayu tumbuh menjadi gadis yang mudah bergaul dan bisa menempatkan diri dimana ia berada,tidak heran ia begitu terkenal dalam lingkup masyarakat desanya.
Bak bunga mawar,semerbak harum bunga menebar kesegala penjuru.Meski banyak kumbang mendekat,tidak satupun berhasil mengambil madunya.Mungkin itulah istilah yang tepat untuk deskripsi kehidupan Ayu.Ayu selalu tertutup untuk urusan cinta,dan ia seakan selalu menjauh dari cinta,meski Ayu terkadang terjerat dalam jaring-jaring cinta yang pernah membuatnya hancur.

Tak Seindah masa Kanak-kanak

Kehidupan Ayu tidak secantik namanya.Kehidupannya sangat tragis,dan menyedihkan.Meski orangtua Ayu bekerja dalam sistem pemerintahan,dan karena jabatan dalam militer itulah disegani oleh masyarakat sekitar dimana Ayu tinggal.Ayu benar-benar menderita.Ayu tidak pernah menikmati keindahan masa kanak-kanak seperti layaknya kehidupan anak-anak.Diwaktu sekolah untuk menimba ilmu,ayu terpaksa bekerja,setelah waktu belajar usai.Keadaan ekonomi,menuntut seorang anak bekerja sebelum waktunya.Menjadikannya dewasa sebelum waktunya.Dan hal tersebut juga dialami Ayu,dengan terpaksa demi membantu keluarga.Meski batin bergejolak,ayu bisa dengan sabar dan tabah mengalahkan ke-ego-an dirinya.
Ayu memang gadis sempurna.Ia cantik dan berhati mulia,tidak heran banyak orang memujinya.Ayu terlahir dalam keluarga besar,Ayu mempunyai 9 saudara,dan ia anak sulung dalam keluarganya.Jiwa seorang kakak,menjadikannya independen,pengayom,dan pelindung untuk saudara-saudaranya.Pengorbanan Ayu sangat besar,ia menjadikan hidupnya laksana lilin kecil.Ayu lebih memilih berkorban demi kebahagiaan orang lain.Dia dengan hati terbuka menolak tawaran beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya disalah satu perguruan tinggi negeri di kota pelajar.Memang kehidupan selalu dihadapkan pada pilihan agar kita memilih dan berpikir.

Balada Cinta Ayu.
Bekerja dan mengaji disuatu pesantren yang terdekat,itulah aktivitas ayu sehari-hari.Pulang dari bekerja,Ayu selalu menghabiskan waktunya dengan mengaji untuk mencari pencerahan.Ayu mempunyai seorang sahabat karib yang menjadi bagian dalam pergaulan kesehariannya,Lilis namanya.Dengan Lilis,Ayu menaruh kepercayaa,karena ia adalah teman sepermainan semenjak kecil sampai teman disekolah.Tidak heran keduanya sangat akrab satu dengan yang lain.Achmad adalah salah seorang pemuda yang jatuh hati kepada Ayu,dengan berbagai cara dilakukannya demi mendapat balasan cinta dari sang pujaan hati.Lilis yang mengetahui hal tersebut,diam-diam jatuh hati terhadap Achmad.meski jalinan cinta yang tersembunyi dalam persahabatannya,Ayu sama sekali tidak mau tahu,bahkan berusaha diam dalam kebisuannya.Pada akhirnya,Lilis menyerahkan dirinya untuk mendapatkan cintanya.Pengorbanan besar yang harus dibayar Lilis untuk mendapatkan cintanya.Meski Lilis dan Achmad telah menikah bahkan mempunyai anak,ternyata hati Achmad tetap tertambat untuk Ayu.Dan hal tersebut diutarakan Achmad sebagai seorang suami kepada Lilis,istri yang sah.Betapa sakit,dan hancur hati Lilis mendengar kejujuran ucapan seorang suami.Ternyata,Lilis tidak bisa menerima kenyataan pahit dalam hidupnya,dan mendamprat Ayu sebagai kambing hitam dalam badai rumah tangganya,karena Ayu sengaja tidak mengakhiri masa lajangnya.Sekuat apapun,Ayu tetap manusia biasa dan bukan dewa.Mendengar hal tersebut dari mulut sahabatnya sendirinya,seakan-akan persahabatan yang telah dibina seperempat abad hancur seketika.akhirnya,Ayu menjauh dari kehidupan didesanya,menjauh dari kehidupan sahabatnya.Ayu memutuskan pergi ke Surabaya,untuk bekerja dan menjalani kehidupan baru.

DiSurabaya,akhirnya Ayu bisa bernapas lega.dengan suasana baru,kehidupan baru dimulai.ayu berteman dengan siapa saja yang bisa bersahabat dengannya.suasana kerja yang nyaman,teman-teman baru yang bersahabat membuat Ayu menikmati kehidupan di kota pahlawan.Karier ayu sangat cemerlang sehingga banyak teman-teman kerja yang iri akan keberhasilannya.Tapi Ayu tetap percaya diri,karena semua dilakukannya dengan cara yang jujur.Ayu merasa kehidupannya bak air yang menuju ke bawah,dan bisa melebar setiap saat.

Aditya adalah seorang pemuda yang gagah,yang bisa membuat Ayu tertarik.Ayu mengenal Aditya ketika dalam perjalanan pulang menuju tempat kost,tanpa sengaja dalam bus kota.Dari perkenalan awal yang hanya bertukar alamat,dan nomor telepon,akhirnya mereka jatuh cinta.aditya adalah seorang pelaut yang saat itu bertugas di Surabaya.Bertambah hari Ayu semakin mengenal Aditya lebih jauh.Dan terbersit dalam benak Ayu untuk segera mengakhiri masa lajangnya.Manusia berencana,Tuhan yang menentukan.Tanpa sebab musabab,Aditya tiba-tiba menghilang begitu saja.Bagai orang yang kehilangan pegangan,Ayu bertanya kepada diri sendiri"Apa salah dan dosa?"Tidak ada ucapan putus atau berlanjut,hal tersebut membuat Ayu terus menunggu.Hari berganti minggu,minggu berganti bulan,bahkan berganti tahun.Ayu tetap sabar menunggu jawaban kepastian dari Aditya.Tuhan Maha Pengasih,meski lambat doa Ayu terjawab.Seorang teman kerjanya,mengatakan kalau Aditya telah pindah ke Makasar,ketika Aditya disana ternyata ia telah jatuh cinta pada seorang gadis Makassar ampai mereka menghasilkan buah cinta sebelum Tuhan menghalalkan hubungan mereka.Dan lebih tragis lagi,ketika sang orang tua gadis meminta pertanggungjawaban Aditya langsung ke pihak komando kesatuan dimana dia bertugas.Hal tersebut sangat memalukan,dan dengan terpaksa Aditya diberhentikan sebelum usai masa baktinya.Dengan lapang dada,Ayu mendengar cerita temannya.Ayu benar-benar mempunyai jiwa yang bersih,sehingga cerita tersebut tidak membuatnya untuk membenci Aditya,dan Ayu selalu berdoa agar Aditya bisa tetap belajar dari kesalahannya.Semua doa Ayu ternyata tidak sesuai kenyataan,karena Aditya telah mengakhiri kehidupan didunia,ia tidak sanggup dengan deraan yang ada setelah kesalahannya.Aditya tidak sanggup kembali meraih hati Ayu,begitu juga Ayu tidak ingin meneruskan mimpi manisnya.Aditya merasa tertekan,apalagi keluarganya telah memvonis kesalahan sebagai kebodohannya.Dan mungkin satu-satunya jalan,Aditya telah mencari jalan pintas.

Setegar apapun hati Ayu,rasa sepi dalam kesendirian terus menginggapinya.........to be continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar