Kau menangis,disaat berpisah
menitip cinta pada alam
menitip budi pada manusia
Kau terharu,
kecewa dalam bisu
Kau tertindas,
ada tak dianggap
Kau diam,
dari seribu tutur kata
dari berjuta gaya
dari semua metafora
Kau berjuang,
terus melangkah
meski dipersimpangan
Demi Negara Tercinta
Jumat, 26 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar